JAWABAN UAS ETIKA BISNIS ERVAN MUAHAMMAD MARIANTO
Nama : Ervan Muhammad Marianto
Prodi : Manajemen / A
NIM : 01222076
UAS : Etika Bisnis
Pengumpulan : 11 Januari 2023
BAGIAN
1
1.
Jelaskan pengertian etika !
Jawab: Pengertian etika secara umum
adalah aturan, norma, kaidah, ataupun tata cara yang biasa digunakan sebagai
pedoman atau asas suatu individu dalam melakukan perbuatan dan tingkah laku.
Jawab: Pengertian etika deontologis adalah
teori filsafat moral yang mengajarkan bahwa sebuah tindakan itu benar kalau
tindakan tersebut selaras dengan prinsip kewajiban yang relevan untuknya. Etika
deontologis juga sering disebut sebagai etika yang tidak menganggap akibat
tindakan sebagai faktor yang relevan untuk diperhatikan dalam menilai moralitas
suatu tindakan. (non-consequentialist theory of ethics).
Ada dua kesulitan yang diajukan terhadap teori deontologi, khususnya terhadap pandangan-pandangan Kant, Pertama, bagaimana jadinya apabila seseorang dihadapkan pada dua perinth atau kewajiban moral dalam situasi yang sama, tetapi keduanya tidak bisa dilaksanakan sekaligus, bahkan keduanya saling meniadakan.
·
Egoisme
Etis ( Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada
dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri )
4. Apa yang dimaksud dengan profesi?
Apakah perbedaan profesi dengan hoby? Dan sebutkan ciri – ciri profesi !
Jawab:
Ø Profesi adalah
pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan
khusus. pekerjaan,tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi.
5. Sebutkan dan jelaskan, argument yang
menentang dan mendukung mitos bisnis amoral !
Jawab: Mitos dari Bisnis Amoral adalah sebagian besar pendapat mengatakan bahwa bisnis dengan moral tidak ada hubungannya sama sekali, etika sangat bertentantangan dengan bisnis dan membuat pelaku bisnis kalah dalam persaingan bisnis, karenanya pelaku bisnis tidak diwajibkan mentaati norma, nilai moral, dan aturan-aturan yang berlaku dalam lingkungan bisnis perusahaan. Hal ini yang menyebabkan pendapat diatas belum tentu benar, bahkan sebagian besar pendapat lain mengatakan bahwa bisnis dengan moralitas memiliki hubungan yang sangat erat, etika harus dipraktekkan langsung dengan kegiatan bisnis dan membuat perusahaan bisa bersaing secara sehat karena memegang komitmen, prinsip yang terpercaya terhadap kode etis, norma, nilai moral, dan aturan-aturan yang dianggap baik dan berlaku dalam lingkungan bisnis perusahaan. Sebelum bisnis dijalankan, perusahaan – perusahaan wajib memenuhi persyaratan secara legal sesuai dengan dasar hukum dan aturan yang berlaku, tetapi apakah bisnis dapat diterima secara moral.
6.
Apa yang dimaksud dengan etika bisnis? Mengapa penting bagi pelaku bisnis untuk
menyadari etika?
Jawab: Etika bisnis adalah segala
sesuatu yang berhubungan dengan melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh
aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat. atau
pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis
yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal secara
ekonomi maupun sosial.
Ø Bagi pelaku
bisnis etika harus benar – benar disadari untuk menjalankan bisnis nya dengan
benar tanpa melanggar ketentuan yang ada. Dan tidak merugikan banyak kalangan
juga merugikan pelaku bisnis itu sendiri.
7.
Sebutkan dan jelaskan prinsip – prinsip etika bisnis ! Bagaimanakah caranya
agar prinsip – prinsip tersebut dalam dipahami, dihayati dan diimplementasikan
oleh seluruh karyawan perusahaan ?
Jawab: Prinsip – Prinsip dalam
Etika Bisnis ada 4 :
1.
Prinsi
Otonomi dalam Etika Bisnis adalah bahwa perusahaan secara bebas memiliki
kewenangan sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan
visi dan misi yang dipunyainya
2.
Prinsip Kejujuran dalam Etika Bisnis merupakan
nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan kinerja perusahaan
3.
Prinsip
Keadilan dalam Etika Bisnis adalah keadilan bagi semua pihak yang terkait
memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan
bisnis. Para pihak ini terklasifikasi ke dalam stakeholder
4.
Prinsip
Hormat pada diri sendiri dalam Etika Bisnis merupakan prinsip tindakan yang
dampaknya berpulang kembali kepada bisnis itu sendiri
Agar prinsip – prinsip tersebut dalam
dipahami, dihayati dan diimplementasikan oleh seluruh karyawan perusahaan
hendaklah kita sering melakukan sosialisasi-sosialisasi serta briefing mengenai
hal tersebut agar bisa dipahami dan dihayati serta diimplementasikan semua
karyawan perusahaan,selain itu kita juga harus bisa roll model atau contoh yang
menerapkan prinsip-prinsip dalam etika bisnis agar bisa dijadikan teladan bagi
karyawan lain
8. Apa yang dimaksud dengan code of
ethics ?
Jawab: Code of ethics adalah
sebuah dokumen yang menyampaikan nilai-nilai, standar komitmen, dan tujuan
organisasi. Dalam prakteknya, digunakan bergantian dengan Kode Etik.
Jawab:
a. Konsep keadilan menurut Adam Smith :
Teori
Keadilan Adam Smith
Alasan Adam Smith hanya menerima satu
konsep atau teori keadilan adalah:
Menurut Adam
Smith yang disebut keadilan sesungguhnya hanya punya satu arti yaitu keadilan
komutatif yang menyangkut kesetaraan, keseimbangan, keharmonisan hubungan
antara satu orang atau pihak dengan orang atau pihak yang lain.
Keadilan legal
sesungguhnya sudah terkandung dalam keadilan komutatif, karena keadilan legal
sesungguhnya hanya konsekuensi lebih lanjut dari prinsip keadilan komutatif
yaitu bahwa demi menegakkan keadilan komutatif negara harus bersikap netral dan
memperlakukan semua pihak secara sama tanpa terkecuali.
Adam Smith
menolak keadilan distributif sebagai salah satu jenis keadilan. Alasannya
antara lain karena apa yang disebut keadilan selalu menyangkut hak semua orang
tidak boleh dirugikan haknya atau secara positif setiap orang harus
diperlakukan sesuai dengan haknya.
b. Konsep keadilan menurut John Rawls
Prinsip yang menyatakan bahwa setiap orang atau warga negara harus mendapatkan hak yang sama dari keseluruhan sistem sosial dalam mendapatkan kebebasan paling hakiki yang ditawarkan pada manusia.
Ø Prinsip kedua menyatakan bahwa ketimpangan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa agar memberikan keuntungan terbesar bagi kalangan yang paling tidak beruntung dalam masyarakat.
c. Persamaannya kedua konsep tersebut memiliki tujuan untuk memprioritaskan keadilan. Sedangkan perbedaannya adalah dimana konsep Adam Smith menolak distributif sebagai salah satu jenis keadilan.
BAGIAN
2
Kasus
1
Masalah etis
yang timbul yaitu dengan sengaja melakukan bisnis tidak etis karena mengandung
Bahan Kimia Obat yang berbahaya dan memberi dosis yang berlebih. Tidak transparansi
dalam melakukan bisnis “Indikasi sumber atau indikator zat kimia tidak dicantumkan
dalam kemasan”.
Kasus
2
a. Tindakan
yang dilakukan tidak etis karena membakar hutan dengan sengaja tanpa memikirkan
dampak dan kerugiannya. Tindakan yang dilakukan dapat dikatakan tindakan tidak
mempunyai rasa pertanggungjawaban sosial (sosial responsibility) atau dapat
dikatakan juga kriminal (kejahatan korupsi) karena telah mengambil hak bersama
untuk menikmati hutan tersebut.
b.
Pembukaan
lahan dengan menggunakan cara membakar yang tidak terkendali dan merusak erat
kaitannya dengan pembangunanindustri perkebunan di Indonesia karena empat
alasan pokok berikut ini:
Ø Kebakaran
menurunkan kualitas lahan hutan dan dengan demikian mendukung usaha untuk memiliki kawasan hutan permanen (sepertihutan produksi) secara legal untuk
diklasifikasikan kembali sebagai kawasan-kawasan hutan yang tersedia untuk
konversi bagi perkebunan. Dengan semakin terbatasnya ketersediaan lahan yang
tidak diklasifikasikan sebagai hutan dan yang cocok untuk pembangunan
perkebunan, membakar hutan kemudian menjadi suatu cara yang bermanfaat untuk
meningkatkan persediaan lahan yang ada.
Ø Di kawasan yang telah dialokasikan untuk
pembangunan perkebunan, membakar hutan adalah suatu cara yang hemat biaya untuk
membuka lahan. Menurut salah satu perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Tengah,
pembukaan lahan dengan alat-alat mekanis membutuhkan biaya yang dua kali lipat
lebih mahal daripada melakukan pembakaran.
Ø Hasil perkebunan
harus diolah dalam 24 jam setelah dipanen, sehingga banyak perusahaan lebih
senang jika lokasi perkebunan letaknya sedekat mungkin dengan fasilitas
pengolahan dan jalur-jalur transportasi yang dapat membawa hasil panennya ke
berbagai fasilitas ini. Namun, kawasan-kawasan seperti ini yang lebih mudah
diakses umumnya telah padat dan diolah oleh penduduk lokal. Perusahaan-perusahaan
kemudian menyewa tenaga kerja dari luar untuk bekerja dan membakar lahan
masyarakat lokal yang lahannya ingin diambil alih oleh perusahaan, untuk
mengusir masyarakat. Kebakaran mengurangi nilai lahan dengan cara membuat lahan
menjadi terdegradasi, dan dengan demikian perusahaan akan lebih mudah dapat
mengambil alih lahan dengan melakukan pembayaran ganti rugi yang murah bagi
penduduk asli.
Ø Dalam beberapa
kasus, penduduk lokal juga melakukan pembakaran untuk memprotes
pengambil-alihan lahan mereka oleh perusahaan kelapa sawit.
Ø Terganggunya
aktivitas sehari-hari; Asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan secara
otomatis mengganggu aktivitas manusia sehari-hari, apalagi bagi yang
aktivitasnya dilakukan di luar ruangan.
Ø Menurunnya
produktivitas; Terganggunya aktivitas manusia akibat kebakaran hutan dapat
mempengaruhi produktivitas dan penghasilan.
Ø Hilangnya sejumlah mata pencaharian masyarakat di dan sekitar hutan; Selain itu, bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari mengolah hasil hutan, dengan terbakarnya hutan berarti hilang pula area kerja (mata pencarian).
Ø Meningkatnya
hama; Kebakaran hutan akan memusnahkan sebagian spesies dan merusak kesimbangan
alam sehingga spesies-spesies yang berpotensi menjadi hama tidak terkontrol.
Selain itu, terbakarnya hutan akan membuat sebagian binatang kehilangan habitat
yang kemudian memaksa mereka untuk keluar dari hutan dan menjadi hama seperti
gajah monyet dan binatang lain.
Ø Terganggunya
kesehatan; Kebakaran hutan berakibat pada pencemaran udara oleh debu, gas SOx,
NOx, COx, dan lain-lain dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan
manusia, antara lain infeksi saluran pernafasan, sesak nafas, iritasi kulit,
iritasi mata, dan lain-lain.
Ø Tersedotnya
anggaran negara; Setiap tahunnya diperlukan biaya yang besar untuk menangani (menghentikan) kebakaran hutan. Pun untuk merehabilitasi hutan yang terbakar
serta berbagai dampak lain semisal kesehatan masyarakat dan bencana alam yang
diambilkan dari kas negara.
Ø Menurunnya
devisa negara. Hutan telah menjadi salah satu sumber devisa negara baik dari
kayu maupun produk-produk non kayu lainnya, termasuk pariwisata. Dengan
terbakarnya hutan sumber devisa akan musnah. Selain itu, menurunnya
produktivitas akibat kebakaran hutan pun pada akhirnya berpengaruh pada devisa
negara.
d. Penggunaan istilah Hutan Tidak
Terbakar yaitu lebih tepat artinya untuk kebakaran hutan bukan dari faktor alam
melainkan faktor manusia.
e. Menurut saya memuat sanksi untuk yang
melakukan land cleaning
f. Penegakan hukum sangatlah lemah
karena masih banyak dan marak kasus tentang pembakaran hutan yang belum
terselesaikan.
g. Gerakan Nasional jadilah peran
pembakar hutan itu adalah musuh bangsa yang harus di hentikan.
Kasus
3
1.
Menurut
pendapat saya Mr.Thomas tidak mengindahkan isu tanggung jawab dalam
manajemen departemennya karena dia tidak memberikan kenyamanan bagi para
karyawannya.
2.
Benar
Mr.Thomas mengatakan memaksimalkan laba dengan cara apapun.
3.
Benar
Mr.Thomas mendeskripsikan wanita dengan menyatakan bahwa wanita telah terbukti sangat
ofensif (secara seksual) di area meja dan kantor.
4.
Yang
menjadi potensi biaya Mr.Thomas yaitu kepatuhan Mr.Thomas dalam memaksimalkan laba
dengan cara apapun.
Kasus
4
Permasalahan
etis yang terjadi yaitu dengan sengaja membeli barang bajakan yang dapat
merugikan negara dengan itu juga tanpa disadari mereka sudah menjadi seorang
pembajak dan menipu publik dengan tindakan tidak etis mereka.
Komentar
Posting Komentar